Realisasi Investasi EBTKE Hanya 70,58% Pada Akhir 2021

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, realisasi investasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi  (EBTKE) berpotensi hanya 70,58 persen pada akhir 2021.

Persentase tersebut setara dengan US$1,44 miliar. Adapun realisasi investasi pada kuartal III 2021 sebesar US$1,12 miliar.

Rincian investasinya yakni sebesar 49 persen pada panas bumi, 32 persen pada aneka EBT, bioenergi 18 persen dan sisanya 1 persen berasal dari investasi di bidang konservasi energi.

Berdasarkan perhitungan dari Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi sumber EBT hingga 3.600 GW.

Dengan potensi yang tinggi akan menjadi modal pemerintah dalam menjalankan transisi energi menuju nol emisi bersih.

Arifin menjelaskan jika saat ini pihaknya telah mengesahkan green RUPTL untuk mencapai porsi EBT 23 persen pada 2025.

Pemerintah memiliki target pembangunan berbasis EBT mencapai 20,9 GW hingga 2030 mendatang. Target tersebut setara dengan 51,6 persen dari total kapasitas pembangkit yang akan dibangun.

Upaya Meningkatkan pengembangan semua pembangkit EBT menjadi strategi utama yang akan dilakukan untuk menuju nol emisi bersih sampai 2060.

Saat ini pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk mencapai target EBT. Hal tersebut dikarenakan kini harga PLTS Atap sudah kompetitif di pasar energi.

Baca Juga : Tak Capai Target, Investasi EBT Baru Mencapai 54 Persen

“Di sektor rumah tangga mendorong pemanfaatan kompor listrik, pengurangan impor LPG secara bertahap, di sektor transportasi pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, serta pengembangan interkoneksi, smart grid, smart meter, dan jaringan gas bumi,” jelas Arifin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular