Melihat Peluang Kerja Sama Energi Terbarukan di G20

Peluang kerja sama energi terbarukan – Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengungkapkan isu lingkungan akan menjadi hal yang penting bagi seluruh dunia, sebab saat ini Bumi yang tengah kita tinggali itu perlahan-lahan rusak akibat keserakahan manusia.

Seperti tindakan deforestasi atau penggundulan hutan secara tidak bertanggung jawab. Akibat tindakan illegal ini jelas karbondioksida akan terlepas ke atmosfer sehingga akan mempercepat perubahan iklim.

Nico menambahkan, dalam pertemuan tingkat tinggi G20 di Bali pada November 2022 nanti, transisi energi akan menjadi tantangan utama semua negara dalam peserta pertemuan.

“Transisi energi dapat menjadi peluang untuk menciptakan masa depan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan menerapkan scenario dan peta jalan yang kuat terutama pada aspek keuangan,” ujar Nico (7/2/2022).

Nico yang juga menjabat sebagai pemimpin pada Task Force Energy, Sustainability and Climate telah menyampaikan rekomendasi kebijakan untuk transisi energi berkelanjutan yang akan fokus pada 3 isu prioritas. Berikut rinciannya:

1. Mempercepat transisi ke penggunaan energi yang berkelanjutan, untuk memastikan bahwa pemanasan global dibatasi maksimum 1,5 derajat celcius.

Topik utama yang telah diidentifikasi untuk pengembangan kebijakan adalah pengembangan industri bahan bakar alternatif seputar hidrogen dan biofuel.

2. Memastikan transisi yang adil dan terjangkau, kerja sama global dalam mitigasi dampak dan dukungan untuk beradaptasi dengan perubahan.

3. Kerja sama global dalam peningkatan ketahanan energi, untuk rumah tangga dan UMKM sebagai sarana untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan mempercepat transisi energi ke penggunaan energi berkelanjutan.

Saat ini energi merupakan kendala yang mengikat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta sangat dibutuhkan bagi pengembangan ekonomi untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Energi Terbarukan, Pilihan Alternatif Energi Masa Depan

Transisi perlu dipercepat secara global, dengan cara tetap meningkatkan ketahanan dan pemerataan energi, untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan ekstrem.

Nico menambahkan, transisi tentu membutuhkan kerja sama global yang terstruktur dan berkomitmen dalam peningkatan kapasitas tata kelola, pengembangan pasar, penyaluran pembiayaan dan teknologi, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja.

“Dengan itu, tujuan akhir dari transisi ini dapat dirasakan oleh berbagai pihak,” pungkas Nico.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular