Geothermal, Sumber Energi Terbarukan Potensial di Indonesia

Geothermal Sumber Energi Terbarukan Potensial di Indonesia – Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Arcandra Tahar menjelaskan, Energi panas bumi (geothermal) dinilai bisa menjadi salah satu opsi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Namun, biaya eksplorasi geothermal di Indonesia masih cukup tinggi sehingga diperlukan sumber energi lain dalam masa transisi menuju energi bersih, yakni gas.

Dia juga menambahkan, untuk mengembangkan energi terbarukan harus memperhatikan local wisdom negara setempat.

Eropa misalnya, memanfaatkan energi dari angin karena memang sumber daya angin cukup besar di sana.

Begitu juga dengan negara di Timur Tengah yang menggunakan energi matahari karena kapasitasnya cukup besar di sana.

“Namun di Indonesia, kapasitas untuk energi matahari tidak sebesar di Timur Tengah, yakni hanya 18% sehingga harus dicari sumber energi lain,” terang dia, Rabu (12/1).

Indonesia, menurut Arcandra harus mencari sumber energi yang bisa menghasilkan energi sepanjang waktu seperti halnya batu bara.

Beruntungnya, Indonesia memiliki kekayaan alam berupa panas bumi yang bisa  dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Tetapi permasalahannya pengembangan energi geothermal lebih mahal dari batuara,” kata Arcandra.

Oleh karena itu, menurut Arcandra, sebelum menuju energi bersih pada 2050, Indonesia harus menggunakan sumber energi lain yang lebih bersih dari energi fosil. 

Baca Juga: Krisis Batubara Dorong Peluang Bagi Energi Terbarukan

Gas, lanjut Arcandra menjadi salah satu pilihan sumber energi yang lebih bersih dari batu bara. Akan tetapi, Arcandra melihat perlu ada pengembangan dari sisi inovasi dan teknologi untuk membuat infrastruktur yang mampu memasok gas dari daerah asalnya ke daerah tujuan.

Permasalahan inovasi dan teknologi ini juga menjadi pekerjaan rumah dalam mengeksplorasi geothermal agar biayanya bisa bersaing dengan eksplorasi batu bara.

Selain itu, pengembangan geothermal ini juga perlu dikombinasikan dengan solar electric vehicle (EV) dan tenaga angin yang juga membutuhkan inovasi dan teknologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular