Energi Terbarukan, Peluang Indonesia Selamat dari Krisis

Indonesia Selamat dari Krisis – Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, krisis energi dunia di tengah Pandemi Covid-19 bisa menjadi peluang sekaligus mengafirmasi komitmen transisi dan investasi Indonesia menuju energi baru terbarukan atau energi bersih.

Peluang tersebut muncul karena Indonesia memiliki potensi energi terbarukan, yakni pada bioenergi, arus laut (Samudera), tenaga surya, angin, air, dan panas bumi (geothermal).

Potensi Energi Terbarukan
Potensi Energi Terbarukan

Menurut dia, pengembangan energi terbarukan dapat mendukung ketahanan energi berbasis pulau yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.

Airlangga juga menyebut, melalui kerja sama seluruh stakeholders, Indonesia terbukti mampu melewati dan beradaptasi dari krisis pandemi.

“Ke depan, kerja sama perlu terus ditingkatkan, sehingga Indonesia tidak hanya berhasil melewati krisis, namun juga memanfaatkan peluang-peluang yang ada untuk mencapai tujuan ekonomi dan pembangunan perekonomian ke depan,” tandasnya.

Melihat besarnya potensi energi terbarukan di Indonesia, Airlangga optimis Indonesia bisa mengembangkan green energy secara optimal.

Di samping itu, Airlangga menjelaskan Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasi Paris Agreement (Perjanjian Paris) pada 2015 silam.

Perjanjian tersebut merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim.

Adapun target dari Perjanjian Paris adalah penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai dengan Nationally Determined Contributions (NDC) pada 2030 sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Tak hanya itu, Indonesia bahkan memiliki komitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Baca Juga: Mobil Tenaga Energi Terbarukan Siap Meluncur di Indonesia

Untuk mendukung pencapaian tersebut, Indonesia terus berkomitmen untuk mengatasi isu terkait akses energi, smart and clean technology, dan pembiayaan di sektor energi.

Maka, dilakukan upaya transisi energi dari yang menghasilkan emisi GRK ke energi yang bersih dan terbarukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular