Energi Terbarukan Ada di Objek Wisata, Emang Bisa?

Objek Wisata Energi Terbarukan – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan pihaknya mendukung pengembangan energi terbarukan di destinasi wisata alam.

Dia berpendapat, hal tersebut sekaligus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan energi terbarukan demi ketahanan energi di masa depan.

Emil juga mendorong setiap institusi non-pemerintah agar terlibat dalam pengembangan energi terbarukan. Menurut dia, energi terbarukan sangat prospektif di masa depan sehingga dibutuhkan keterlibatan kalangan industri multinasional.

Berdasarkan data terbaru, terdapat berbagai potensi energi terbarukan di Jawa Timur di antaranya biogas, biodiesel, bioetanol, tenaga angin, tenaga air, tenaga surya dan panas bumi.

Sampai 2021, di Jawa Timur telah dibangun PLTS di delapan lokasi di Kab. Sumenep, sedangkan tahun ini dibangun PLTS di 18 lokasi di kabupaten yang sama.

Rencana pembangunan EBT di Jatim sampai 2025 mencapai 4.190 MW, setara dengan target nasional proporsi pemanfaatan EBT yang mencapai 17 persen.

“Target sebesar itu memang besar. Tidak mudah memang untuk merealisasikannya,” kata Emil.

CEO Adidaya Initiative, Yusri Bakhtiar mengatakan inisiasi yang ditawarkan Pemprov Jatim tentang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Cobaan Sadang, Kab Malang.

Energi listrik yang dihasilkan dari PLTMH selain menjadi sumber tenaga listrik di tempat wisata juga bisa objek destinasi menarik bagi wisatawan.

Destinasi wisata yang didesain sebagai wisata edukasi diharapkan dapat dikelola oleh masyarakat, sehingga dapat memperoleh nilai tambah ekonomi dengan adanya PLTH.

Peneliti dari Adidaya Initiative, Riski Agung N.T, menegaskan destinasi wisata di Kab. Malang berpotensi dikembangkan wisata edukasi dengan dibangun PLTMH maupun PLTS karena pengunjungnya tinggi.

Baca Juga: Ini ‘Jurus’ Pemerintah Kejar Target Bauran Energi Terbarukan

Pengembangan EBT di destinasi wisata di Kab. Malang perlu dipertimbangkan banyak potensi destinasi wisata yang lokasinya jauh dari perkotaan sehingga pasokan listriknya kesulitan, setidaknya kurang. Contohnya, Coban Sadang.

Untuk penetrasi EBT di daerah, dia menegaskan, terdapat beberapa hal yang dapat direkomendasikan, yakni memperbaiki regulasi yang dapat mempermudah pemasangan instalasi PLTMH, PLTS, atau jenis EBT lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular