3 Mahasiswa UGM Sulap Sungai Tercemar Jadi Sumber Energi

Sejumlah mahasiswa tim Program Kreativitas Mahasiswa- Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada mengembangkan alat inovasi untuk mengurangi tingkat pencemaran sungai melalui teknologi Aero Microbubble.

Alat tersebut yang dikembangkan oleh Mahesa Audriansyah Agatha, Yeyen Karunia, M Taufik Hermawan dari Sekolah Vokasi beserta Zahratul Khasanah dari Departemen Teknik Kimia dan Pamela Chanifah dari Prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Mereka mendapat pendampingan dari dosen Felixtianus Eko Wismo Winarto M.Sc. Ph.D.

Mahesa dan tim berhasil menerapkan teknologi itu di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dusun Drono, Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Di dusun tersebut terdapat limbah yang mengeluarkan bau tidak sedap yang dibuang ke sungai sehingga terjadi pencemaran air.

Melalui program Aero Microbubble yang mereka  rancang mampu mengurangi bau tidak sedap pada IPAL dengan melarutkan oksigen melalui gelembung-gelembung udara berukuran mikro dengan efektifitas yang tinggi dan merata pada permukaan air.

Berdasarkan hasil percobaan tim, untuk menghilangkan bau pada limbah IPAL komunal dengan volume delapan liter perlu waktu 20 menit menggunakan alat tersebut.

Baca Juga: Kenalan Yuk Sama Sosok Penemu PLTA Hingga Biomassa

Namun demikian, Mahesa dan 2 rekannya tidak hanya menerapkan teknologi pengolahan limbah, namun mengembangkan energi terbarukan.

Salah satunya pemanfaatan bakteri Anaerob pada IPAL sebagai penghasil biogas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular